Menkeu Sri Mulyani Menjawab Soal Tudingan Seleksi PNS Dianggap Curang

Diterbitkan Tanggal: 03 / 11 / 17

Kategori: | NUSANTARA, TODAY |

RIAUEXPRESS, JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan dirinya sudah menginstruksikan bawahannya untuk bekerja sama dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) guna memeriksa dugaan kecurangan dalam penerimaan Pegawai Negeri Sipil (PNS) 2017.

Pernyataan Sri Mulyani tersebut merespons munculnya unggahan di media sosial Twitter dari Calon PNS (CPNS) berisi pertanyaan mengenai alasan lolosnya CPNS lain dengan nilai tes lebih rendah darinya. Sri Mulyani pun meyakinkan bahwa dirinya sudah mewanti-wanti sejak awal agar seleksi PNS bersih dari unsur korupsi dan kecurangan.

“Saya instruksikan dengan sangat tegas, tidak boleh ada unsur korupsi, penipuan, dalam keseluruhan proses ini. Semua berbasiskan komputer dan harus dijaga mengenai integritas dari proses dan mereka-mereka yang terlibat,” kata dia usai memberi sambutan dalam acara penghargaan Barang Milik Negara (BMN) Awards di Gedung Dhanapala, Jakarta, Kamis (2/11). (Baca juga: Pegawai Pajak Kelebihan Beban Kerja, Sri Mulyani Cari 1.721 PNS Baru)

Salah satu CPNS yang mempertanyakan soal seleksi adalah CPNS asal Medan dalam akun @YesiEnzelina. “Mohon penjelasan mengapa nilai 357 tidak masuk, padahal  329 masuk dengan formasi yang sama,” tulis Yesi kepada akun @KemenkeuRI, Rabu (01/11/17) malam.

Menanggapi unggahan tersebut, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenkeu Hadiyanto mengatakan, ada hal yang terlewat dari CPNS tersebut. Sekalipun nilai ambang batas (passing grade) tinggi, namun ada formasi yang perlu diperhatikan. Misalnya, untuk posisi analis berkas sengketa ditetapkan kualifikasinya Sarjana 1 (S1) akuntansi, hukum, dan perpustakan dengan perbandingan 10:5:1.

Dia menduga, sekalipun passing grade-nya lebih tinggi tetapi tidak lolos karena latar belakang pendidikannya hanya mendapat jatah lebih sedikit. “Maka seolah-olah ada peserta yang katakan ‘passing grade saya tinggi kok tidak lulus? Si A lulus’ Ini banyak dipertanyakan,” kata dia.

Maka itu, ia meminta CPNS melihat kembali porsi kluster latar belakang pendidikannya masing-masing. Bisa jadi posisi yang sama, dengan latar belakang pendidikan yang berbeda jumlah yang diterima berbeda pula.

Namun, ia mengakui, penyampaian pengumuman memang tidak berdasarkan kluster melainkan berdasarkan abjad nama dan lokasi seleksi. Dia pun menduga, ketidakpahaman CPNS mungkin saja terjadi karena sistem pengumuman yang seperti ini.

Hadiyanto memastikan proses seleksi dilakukan dengan ketat, maka itu ia meyakini tidak ada kecurangan yang merugikan CPNS. “Proses ini sudah melalui tahapan yang luar biasa rigid. Diawasi tata kelolanya dalam level nasional. Ini proses yang menjunjung integritas dan kredibilitas,” tutur dia.**Red.

Sumber: Katadata.co.id.

         

Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!