3 Terdakwa Pembunuhan dan Mutilasi di Rupat, Dituntut 18 Tahun Penjara

Diterbitkan Tanggal: 26 / 10 / 17

Kategori: | BENGKALIS, HUKUM & KRIMINAL, TODAY |

RIAUEXPRESS, BENGKALIS – Sidang tuntutan 3 terdakwa pelaku pembunuhan berencana dan mutilasi Andrean alias Gondrong, Ali Akbar dan Herianto,ada warga Desa Tanjung Medang, Rupat Utara Bayu Santoso (27), Jumat (25/03/17) lalu.

Pada akhirnya. etelah sempat silakukan penundaan selama dua kali, sidang ini kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Brngkalis, Rabu (25/10/17) petang.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis Andy Sunartejo dan Aci, menuntut satu persatu pada 3 terdakwa dengan hukuman kurungan penjara selama 18 tahun potong masa tahanan.

Sidang berlangsung di Ruang Cakra dipimpin Ketua Majelis Hakim DR. Sutarno, SH, MH, dua hakim anggota Wimmi D. Simarmata, SH dan Aulia Fhatma Widhola, SH.

Bacaan tuntutan dari JPU Kejari Bengkalis ini, 3 terdakwa terdakwa didampingi 3 Penasehat Hukum yakni Windrayanto, Fahrizal dan Eka.

Dalam bacaan tuntutan, ketiga tersangka terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pembunuhan berencana, dengan menghabisi nyawa orang lain sesuai dengan Pasal 340 Jo 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Sementara itu, PH terdakwa Windrayanto dallam menanggapi tuntutan, dengan mengajukan perminta pada Majelis Hakim untuk mengajukan nota pembelaan (pledoi)m

Pengajuan pledoi ini, dikabulkan oleh majelis Hakim, yang diagendakan pada Sidang berikutnya pada Rabu (01/11/17) mendatang.

Kaasus pembunuhan berencana disertai mutilasi ini, terungkap dengan 47 adegan. Dan ketiga pelaku mempunyai peran berbeda-beda.

Untuk pelaku Herianto perencana dan pembunuhan disertai mutilasi, Gondrong sebagai perencana dan pembunuhan sedangkan Ali Akbar bertugas memegang tubuh korban.

Sebelum menghabisi korban, para pelaku sempat mengonsumsi narkoba jenis sabu kemudian merencanakan pembunuhan dan memutilasi.

Dalam adegan ke 21, usai membunuh pada korban, pelaku Gondrong dan Ali Akbar kabur dari Ruko masuk hutan, yang pada akhirnya diringkus petugas. Untuk mutilasi adegan hanya dilakukan oleh Herianto.**Red.

         

Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!