Catatan SKK Migas, 46 Blok Akan Dikembalikan ke Pemerintah

Diterbitkan Tanggal: 25 / 09 / 17

Kategori: | NUSANTARA, TODAY |

RIAUEXPRESS, JAKARTA – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat pengembalian blok-blok dalam beberapa bulan terakhir. Penyebabnya adalah tingkat keekonomian di wilayah tersebut.

Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Wisnu Prabawa Taher mengatakan per 15 September 2017 ada 46 blok migas yang dalam proses terminasi. “Alasan utama adalah tidak ekonomis atau keekomian wilayah kerjanya di bawah batas yang ditentukan, “kata dia kepada Katadata, Jumat (22/09/17).

Wisnu mengatakan 46 blok migas yang masuk proses terminasi tersebut seluruhnya merupakan blok yang masih dalam tahap eksplorasi. Jadi, meski ada terminasi, tidak akan mempengaruhi kinerja produksi migas nasional.

Sejak awal Januari hingga Juni 2017, produksi minyak bumi mencapai 808,8 ribu barel per hari (bph). Sedangkan produksi gas bumi sebesar 7.512 mmscfd atau setara 1.341 barel setara minyak per hari (bsmph).

Sepanjang tiga tahun terakhir jumlah wilayah kerja migas menyusut. Pada 2014 jumlah wilayah kerja migas sebanyak 318 blok migas. Lalu menyusut menjadi 312 blok migas pada 2015. Lalu pada tahun lalu turun lagi menjadi 280 blok migas.

Sedangkan semester I tahun 2017 jumlah wilayah kerja migas konvensional dan nonkonvensional tercatat sebanyak 277 blok migas. Dengan adanya 46 blok migas yang masuk tahap terminasi, maka total wilayah kerja nantinya akan berkurang menjadi 231 blok migas.

Sementara itu Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas Kementerian ESDM Tunggal mengatakan blok terminasi itu akan terlebih dulu diputuskan Menteri ESDM. “Terminasi yang menetapkan Menteri setelah mendapat pertimbangan SKK Migas, “kata dia.**Red.

Sumber: Katadata.co.id.

         

Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!