Wow ! Jajaran Polres Grebek Pabrik Miras Ilegal, Bernilai Rp 3,3 Milyar

Diterbitkan Tanggal: 24 / 09 / 17

Kategori: | HUKUM & KRIMINAL, NUSANTARA, POLRI, TODAY |

RIAUEXPRESS, BOJONEGORO – Tim Panther, Resmob dan Sat Sabhara Polres Bojonegoro menggrebek sebuah gudang yang dipergunakan untuk memproduksi minuman keras (miras) jenis arak, Sabtu (23/09/17) sekitar pukul 19.30 WIB.

Lokasi penggrebekan di Desa Sraturejo, Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro dan berhasil mengamankan tersangka SHJ (59) sebagai produsen dan pemilik gudang dan AV selaku pekerja dalam produksi minuman keras tersebut,

Petugas juga menyita barang bukti berupa 333 buah drum warna biru, yang masing-masing berisi 200 liter bahan baku arak (fermentasi) atau total keseluruhan berisi 66.600 ribu liter atau 6,6 Ton liter lebih, ditaksir senilai Rp 3,3 milliar serta sejumlah barang bukti lain.

Kapolres Bojonegoro, AKBP Wahyu S Bintoro SH SIK MSi, sampaikan, berdasarkan pengakuan tersangka, bahwa memproduksi miras jenis arak itu, sudah 7 bulan, dengan sasaran edar di Wilayah Lamongan, Gresik, Sidoarjo dan Mojokerto.

“Kami masih dalami apakah diedarkan di Bojonegoro atau tidak, “ungkap Kapolres di TKP.

Ditambahkan, mengingat banyaknya barang bukti, untuk sementara lokasi gudang dipasang police line, karena barang bukti masih berada di lokasi gudang.

Dalam penggrebekan tersebut, selain 333 buah drum yang masing-masing berisi 200 liter, juga berupa 96 buah tabung LPG 3 kilogram, 110 sak gula pasir Merk PTPN-X 50 kilogram, 2 buah mesin pemanas, 159 kardus yang berisikan minuman arak siap jual, masing-masing kardus berisi 12 botol 1,5 liter, sehingga total 1.908 botol atau total 2.862 liter arak siap edar.

Selain itu diamankan juga 2 buah bak warna kuning yang berisikan arak dari hasil pemanasan; 2 buah bak warna kuning yang berisikan limbah dari hasil pemanasan; 2 buah mesin pompa air untuk proses penyedotan bahan baku dari drum dan 27 koli botol kosong masing-masing terdiri dari 72 botol ukuran 1,5 liter, atau total sebanyak 1.944 botol.

“Dua tersangka kita jerat pasal berlapis, Pasal 204 Ayat (1) KUHP, pidana penjara paling lama 15 tahun dan atau pasal Pasal 137 ayat (1 ) dan atau Padal 135 UU No 18 Tahun 2012 tentang Pangan, dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas ) tahun atau denda paling banyak Rp 10 milliar, “tutup Kapolres.**Red.

         

Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!