Kini Polri Lagi Selidiki Terduga Teroris Yang Incar Jokowi

Diterbitkan Tanggal: 20 / 09 / 17

Kategori: | HUKUM & KRIMINAL, NUSANTARA, TODAY |

RIAUEXPRESS, JAKARTA – Petugas kepolisian menangkap terduga teroris IM, 32 tahun di area Bandara Penggung, Kota Cirebon, tempat Presiden Joko Widodo mendarat, Senin 18 September pukul 14.15 WIB. Polisi masih menyelidiki dugaan pria yang tersebut kemungkinan terlibat dalam jaringan teroris.

“Masih harus diperiksa, 7×24 jam untuk menentukan apa yang bersangkutan betul sebagai tersangka teroris atau bukan,” kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto kepada wartawan, Selasa (19/09/17).

Polisi mencurigai IM yang membawa tas ransel hitam yang isinya Air Soft Gun, pisau komando, bom molotov dari botol berisi bensin, dan surat ajakan berjihad. IM ditangkap saat Jokowi tiba di Cirebon untuk menghadiri kegiatan Festival Keraton Nusantara XI di Gua Sunyaragi Kota Cirebon.

“Ternyata ada satu orang dicurigai dan memang yang bersangkutan di dekat lapangan terbang Cirebon. Setelah dilakukan pengamatan maka dilakukan penangkapan,” kata Setyo.

Saat ini kepolisian RI meningkatkan kewaspadaan potensi serangan teroris yang datang dari Warga Negara Indonesia yang pernah bergabung dengan Islamiq State of Syria and Iraq (ISIS) di Irak dan Syuriah.

Mabes Polri mencatat sebanyak 1494 warga negara Indonesia yang diduga menjadi foreign terrorist fighter (FTF) dalam aksi terorisme di Suriah, Irak, dan Filipina.

WNI yang telah dideportasi dari luar negeri karena diduga terlibat konflik di Suriah dan Irak diperkirakan sebanyak 310 pria dan 224 perempuan. “Kemudian warga negara yang kembali ke Indonesia dari Suriah dan Irak, yakni pria 68 orang, perempuan 16 orang. Jumlahnya 84 orang,” kata Setyo.

Dari kelompok yang pulang ini, WNI yang diduga menjadi FTF di Filipina, Setyo mengatakan jumlahnya sebanyak 13 orang. Mereka terdiri dari 12 pria dan satu perempuan. Saat ini, lanjut Setyo, sudah ada enam orang WNI yang menjadi FTF dikembalikan ke Indonesia. Mereka terdiri dari lima pria dan satu perempuan.

Dari 1494 WNI, sebanyak 343 masih terlibat konflik di Suriah dan Irak. Mereka terdiri dari 239 orang pria dan 104 orang perempuan. “Anak laki-laki yang terlibat di Suriah dan Irak ada 59, anak perempuan ada 40. Jumlahnya jadi 99,” kata Setyo.

Sebagian yang mengikuti FTF yakni sebanyak 97 orang meninggal di Suriah dan Irak. Sementara itu sebanyak 129 orang belum teridentifikasi.

Selain itu polisi melalui Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror juga mengungkapkan adanya WNI yang akan masuk Suriah dan Irak namun berhasil dicegah sebanyak 76 pria dan 29 perempuan. WNI yang ingin berangkat namun digagalkan di Indonesia sebanyak 34 pria dan 32 perempuan.

Adapun, WNI yang diduga tewas dalam konflik di Filipina sebanyak enam orang pria. Selain itu, WNI yang telah dideportasi dari Filipina sebanyak sembilan orang.

“Total pria 32 orang, perempuan dua orang. jadi jumlah keseluruhan 34 orang,” kata Setyo.

Selain WNI, Polisi juga memantau adanya warga negara asing yang diduga sebagai FTF masuk ataupun berangkat dari Indonesia. Setyo menuturkan, ada 15 orang pria yang diduga FTF masuk ke Indonesia.

“WNA berangkat ke Suriah dan Irak dari Indonesia, ada tiga orang pria, perempuan tidak ada,” kata Setyo. (Lihat: Teror ISIS di Dunia).**Red.

Sumber: Katadata.co.id.

         

Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!