MELESET, Bangunan Nilai 3 Milyar, Tapi Hanya Selesai Beberapa Tiang

Diterbitkan Tanggal: 15 / 09 / 17

Kategori: | MANDAU & PINGGIR, TODAY |

RIAUEXPRESS, MANDAU – Bantuan Sarana dan Prasarana dalam sebagai penunjang pendidikan sangat diharapkan bantuannya dari pemerintahan, terlebih lagi pada saat sekarang. Pendidikan menjadikan skala prioritas pemerintah untuk mencerdaskan anak bangsa. Terlebih di Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau, sedang berbenah dan melakukan perbaikan dari segala lini.

Pantauan awak media dilapangan, tertuju kepada salahsatu bangunan yang seharusnya sudah diselesaikan dengan waktu yang singkat, namun sampai sekarang masih juga hanya berdiri tiang-tiang penyangga bangunan saja. Melihat kondisi ini, awak media melakukan investigasi dan penelusuran ke calon penerima bantuan yang sudah dianggarkan kala itu di tahun 2013.

Kamis (14/09/17), awak media berhasil menjumpai Ketua Yayasan Hubbul Wathan Duri Kec. Mandau Kab. Bengkalis Prov. Riau dan seorang tokoh masyarakat yang sudah tidak asing lagi terkait kiprahnya di KabupatenBengkalis. Diruang Kerjanya awak media disambut hangat dan penuh dengan keramahtamahan seorang tokoh yang sudah kesohor, khususnya di Kab. Bengkalis dan Provinsi Riau yang beralamat di Jl. Sudirman Duri Kec. Mandau.

Dalam wawancara khusus, terkait bangunan yang sudah dianggarkan oleh biaya APBD tahun 2013 yang sampai saat ini masih terkatung-katung dan tidak ada penyelesaian, dan bahkan bangunan dasar ini tidak bermanfaat sampai sekarang. Terjadi dialog antara awak media dengan Buya Hamka selaku Ketua Yayasan Hubbul Wathan. Dalam dialog ini antara lain;

Sebenarnya Bangunan yang hanya berdiri tiang-tiang di KM 7 Duri Kec. Mandau, untuk apa ? dan anggaran tahun berapa?

Buya Hamka mengatakan “Itu untuk kampus Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI), dianggarkan pada tahun 2013”.

Kenapa hanya tiang-tiang saja yang masih berdiri dan sampai sekarang belum selesai? dan berapa nilai bangunan?

Kata Buya, “Saya juga tidak tahu akan hal ini terkait tidak diselesaikannya bangunan yang konon sudah dianggarkan. Dan sampai sekarang kejelasan itu tidak pernah terjawab, kenapa pekerjaan dihentikan. Kami hanya sebagai penerima bantuan, dan posisi kami hanya bisa melihat. Kalau nilai bangunan, sesuai dengan informasi adalah 3 Milyar”.

Bagaimana Harapan Buya, selaku Pemilik Yayasan dan Penerima Bantuan?

“Saya hanya bisa berharap kepada pemerintahan sekarang, kalaulah bisa dilanjutkan pekerjaannya dengan anggaran tahun yang akan datang”.

Terakhir kepada awak media mengatakan, “Diera pemerintahan Bupati sekarang, kita sudah memohon agar bangunan itu untuk dilanjutkan, namun sampai saat ini belum ada informasi. Kita berharap di APBD yang akan datang Bupati bisa memasukkannya keadalam anggaran. Kita bermohon kepada anggota dewan, terutama dapil Mandau untuk memperjuangkannya”. Jelas Buya kepada awak media. [Putra][**red]

         

Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!