Proyek MY Duri-Pakning Tanpa Pengawas, DPRD: Mau ULP Apa ?

Diterbitkan Tanggal: 12 / 09 / 17

Kategori: | BENGKALIS, DPRD BENGKALIS, TODAY |

RIAUEXPRESS, BENGKALIS – Wakil Ketua DPRD Bengkalis, H Indra Gunawan P.Hd, mempertanyakan lambannya proses penetapan pemenang tender konsultan pengawas proyek untuk multiyears Duri-Pakning. Sudah berbulan, pihak rekanan (PT. Citra Gading Asritama) bekerja tanpa pengawasan.

Ketua DPD II Partai Golkar Bengkalis tersebut mengaku baru pulang meninjau pekerjaan di lapangan. Saat ini katanya, pekerjaan pembangunan jalan poros tersebut sudah masuk kawasan hutan sekitar 60 KM, sayangnya di lapangan tidak ada seorangpun pengawas.

“Informasi yang saya terima sudah delapan kali tender tapi tidak kunjung ada pemenangnya. Ada apa ini, kok seperti ini ULP (Unit Layanan Pengadaan). Bisa kacau pekerjaan di lapangan kalau tidak ada pengawasnya, “kesal Indra ketika dihubungi wartawan, Senin (11/09/17),

Pekerjaan di pinggir jalan saja terkadang bermasalah kata pria yang akrab disapa Eet ini, inikan pula proyek di tengah hutan,” Ini pekerjaan besar, jangan main-main. Apa yang terjadi pada kasus multiyears kemarin hendaknya kita jadikan iktibar, jangan diulangi kesalahan kalau tak mau tersandung persoalan hukum, “papar Eet.

Ditanya soal progres di lapangan, kata Eet pihak rekanan sudah bekerja dengan baik, hanya memang progres di lapangan belum sebanding dengan pencairan uang muka yang sudah dicairkan oleh rekanan sebesar Rp 75 Miliar dari total anggaran Rp 498 Miliar.

Saat kunjungan tersebut juga diperoleh informasi, bahwa sejumlah alat berat PT CGA sempat tidak dibenarkan masuk untuk melakukan pekerjaan oleh perusahaan Sinar Mas Group, karena ada lahan perusahaan tersebut yang terkena proyek jalan poros tersebut. Namun kemudian dibenarkan melanjutkan pekerjaan.

“Intinya pihak perusahaan Sinar Mas Group tidak mempersoalkan selagi memang ada surat resmi dari pemerintah daerah. Hal-hal semacam ini sejatinya memang jauh-jauh hari sudah diselesaikan, sehingga pekerjaan di lapangan tidak terkendala, “sebutnya.

Terkait dengan kunjungannya tersebut, DPRD kata Eet menjadwalkam hearing dengan PT CGA dan dinas terkait, untuk membahas progres pekerjaan di lapangan dan hal-hal ain yang dianggap penting untuk dibahas.

Seperti diberitakan sebelumnya, salah seorang rekanan di Bengkalis, Reza Alfian ST mengatakan, bahwa proyek My Duri-Sungai Pakning dari aspek tekhnis konstruksi memunculkan banyak kejanggalan.  Karena sesuai pernyataan Plt Kadis Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tajul Mudaris ST, bahwa realisasi proyek tersebut sudah mencapai 6 persen.

Padahal kata Reza, teken kontrak baru dilakukan sebelum lebaran Idul Fitri tahun ini. Kemudian pencairan uang muka dari nilai kontrak Rp 498 miliar sebesar 15 persen juga baru dilakukan pada19 juni 2017 kepada PT. Citra Gading Asritama (CGA) mencapai Rp75 Miliar.

“Anehnya disini,  apakah progres pekerjaan memang sudah mencapai 6 persen dari keseluruhan  bobot karena sampai sekarang proyek tersebut belum ada konsultan perencana sama sekali karena masih dilakukan pelelangan. Apakah hitungan 6 persen tersebut hanya hitungan diatas kertas dari Dinas PUPR Bengkalis tanpa konsultan pengawas, atau hanya sebatas pernyataan untuk menjawab keraguan publik, “tanya Reza Alfian, Jumat (25/08/17) lalu.**Red.

         

Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!