Sebelum Sampai Jakarta, Polisi Amankan 142 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Aceh

Diterbitkan Tanggal: 07 / 09 / 17

Kategori: | NARKOBA, NUSANTARA, TODAY |

RIAUEXPRESS, JAKARTA – Polisi menangkap 4 kurir dan 1 pengendali peredaran sabu-sabu jaringan Malaysia-Aceh berinisial MS (31) dan SW (24), MN (50), SD alias DIN (41), dan AK alias ADEK (34). Dari sindikat tersebut, polisi berhasil menggagalkan pengiriman seberat 142 kilogram sabu yang terbagi dalam 142 paket. Rencananya paket ini akan dikirim ke Jakarta lewat jalur laut.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Daniyanto, mengatakan keempat tersangka ditangkap di wilayah Medan, Sumatera Utara. Penangkapan ini merupakan pengembangan dari kasus sebelumnya yang ditangkap pada 5 Agustus lalu.

“Dari total 5 pelaku yang ditangkap tim di lapangan, 3 di antaranya berdasarkan hasil pengembangan yang kita lakukan setelah penangkapan terhadap tersangka MS dan SW di Deli Serdang, Medan, pada 5 Agustus 2017,” ujar Brigjen Pol Eko Daniyanto, di Direktorat Tindak Pidana Narkoba, Jakarta Timur, Kamis (07/09/17).

Eko mengatakan untuk kasus pengungkapan jaringan internasional yang berasal dari Malaysia wilayah Penang tersebut, polisi kembali menemukan modus operandi baru dalam menyalurkan sabu milik mereka. Mereka memasukkan sabu ke dalam bagasi mobil untuk nantinya mobil tersebut dijual kepada penyalur. Dari penyalur, sabu tersebut diedarkan ke beberapa wilayah seperti Medan dan Jakarta.

“Sabu yang berasal dari wilayah Penang, Malaysia, akan dikirim terlebih dahulu ke daerah Aceh dan Medan melalui jalur laut, sebelum nanti setibanya barang tersebut di Aceh, barang akan dikirimkan lewat jalur darat menggunakan mobil bekas yang akan diperjualbelikan tersebut,” ujarnya.

Sabu yang ditemukan di tiga mobil berbeda tersebut, berbentuk plastik teh Cina berwarna kuning. Plastik teh berisi sabu tersebut dimasukkan ke bagasi mobil dan dilakban menggunakan lakban berwarna hitam untuk mengelabui petugas.

“Jadi sabunya itu bentuk sama seperti yang sudah-sudah ya, bentuknya masih dikemas di plastik teh Cina. Nah tersangka itu membungkusnya dengan lakban hitam sebelum dia masukkan ke bagasi mobil,” kata Eko seperti rilis dari Kumparan.com.

Eko menuturkan, showroom mobil bekas tersebut sudah beroperasi kurang lebih hampir 2 tahun. Atas kepemilikan showroom tersebut polisi membuka kemungkinan untuk menjatuhkan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) kepada tersangka SD Alias DIN selaku pemilik showroom mobil bekas tersebut.

“Kita bisa saja kenakan pasal TPPU kepada tersangka SD Alias DIN, tapi saat ini kita masih akan konsentrasi terhadap pasal narkotikanya terlebih dahulu,” kata Eko.

Dari penangkapan terhadap jaringan internasional di Medan tersebut, petugas berhasil mengamankan barang bukti narkotika jenis sabu sebanyak 142 bungkus dengan total berat 142 kg. Barang bukti tersebut tersebar dengan rincian 32 paket di dalam mobil HRV warna silver dengan pelat nomor BK 1243 BD, 59 paket di dalam mobil Honda CRV warna silver dengan pelat nomor BK 1717 EB, 43 paket di dalam mobil Nissan Xtrail dengan pelat nomor BK 1988 JF, serta 8 paket yang disita dari tersangka.

Atas perbuatannya, kelima pelaku dikenakan pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1), pasal 112 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati atau pidana seumur hidup atau dengan pidana penjara paling singkat 6 tahun atau paling lama 20 tahun.**Red.

Sumber: Kumparan.com.

         

Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!