Anggaran Kelanjutan Proyek MY Duri-Pakning 2018, Kini Masih Dalam Pembahasan

Diterbitkan Tanggal: 22 / 08 / 17

Kategori: | BENGKALIS, DPRD BENGKALIS, TODAY |

RIAUEXPRESS, BENGKALIS – Anggaran lanjutan proyek jalan Multi Years (MY) Duri – Pakning Kabupaten Bengkalis 2018 mendatang, belum bisa dipastikan akan cepat terwujud. Lantaran saat ini masih dalam pembahasan APBD, antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD Bengkalis dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

Hal ini disampaikan Ketua Komisi II DPRD Bengkalis Syarial Basri ST, bahwa untuk kelanjutan proyek. MY) Duri- Pakning 2018 belum dibahas. Dan belum dapat diketahui berapa besarannya nanti.

“Karena saat ini masih dalam tahap pembahasan APBD Bengkalis ditahun 2018 ditingkat Badan Anggaran (Banggar) DPRD bersama TAPD Bengkalis, “terangnya, Selasa (22/08/17).

Artinya, ungkap Politisi Golkar ini, pembahasan ABPD tahun 2018, saat ini masih dalam persoalan struktur anggaran, dan belum sampai pembahasan progres kerja.

Disingggung adanya persoalan dalam pelaksanaan lanjutan proyek MY Duri – Pakning 2017 mencapai Rp. 75 miliar yang dikerjakan oleh perusahaan PT Citra Gading Asritama (CGA). Menurutnya dalam pelaksanaan lanjutan proyek tersebut tidak ada masalah.

“Jadi setelah reses tahun ini selesai, kita secepatnya akan melakukan peninjauan ke lokasi proyek MY Duri- Pakning tersebut, “tambah Syahrial.

Sementara itu, Plt, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Bengkalis Tajul Mudaris mengatakan, bahwa pihak pelaksana PT. CGA, sengaja menghentikan pembersihan pada lokasi pekerjaan.

“Karena wilayah tersebut termasuk kawasan konservasi. Sehingga kita meminta pada Pelaksana untuk memindahkan alat berat, dan untuk sementara menghentikan pekerjaan tersebut, sebelum ada penyelesaian dengan pihak PT. Bukit Batu Hutan Alami (BBHA)

“Saat ini PT. CGA sedang melakukan sosialisasi pada warga Desa Bandar Laksamana, Bathin Solapan, Temiang, Api-Api, Tenggayun, Tanjung Leban dan Bukit Kerikil (Bandar Laksamana) dan Bumbung (Bathin Solapan), Bukit Sembilan, Barak Aceh dan Pelintung (Kota Dumai), yang terkena proyek tersebut, “terangnya.

Selain itu, terang Tajul, pihanya juga sedang melakukan upaya koordinasi dengan Perusahaan PT Arara Abadi dan PT BBHA. Dan penyebab lainnya, untuk konsultan pengawas MY Duri-Pakning masih dalam proses tender, sedangkan pekerjaan lanjutan proyek MY Duri-Pakning sudah dilaksanakan.

“Memang pada awalnya tahun 2013 lalu, konsultan pemenang proyek MY Duri-Pakning sudah ada, akan tetapi dinas PUPR menggugurkan dengan alasan dikarekan kegiatan tersebut sudah lewat, “tutup Tajul.**Red.

         

Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!