Jaringan Narkotika Asal Afrika, Diringkus Polisi dan Beacukai Soeta

Diterbitkan Tanggal: 20 / 08 / 17

Kategori: | NARKOBA, NUSANTARA, TODAY |

RIAUEXPRESS, TANGERANG – Polisi bekerja sama dengan Bea Cukai Bandara Soeta, sukses mengagalkan penyelundupan sabu asal negara Afrika ke Indonesia.

Pelaku yang berasal dari warga negara asing ini di tangkap tepatnya di Bandara Soekarno Hatta, saat itu petugas melakukan pemeriksaan salah satu penumpang berinisial NE melalui x-ray, dan di dapati temuan benda asing di dalam tubuh pelaku, Selasa (15/08/17).

“Pihak Bea cukai mendapatkan informasi bahwa ada satu penumpang asal Afrika yang masuk ke Indonesia, dan di duga didalam perutnya ada indikasi barang narkotika. Selanjutnya pelaku diintrograsi oleh petugas,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Dwiyono, di RS Polri Kramat Jati, Jumat (18/08/17).

Pelaku mengelabuhi petugas dengan modus swallow (menyembunyikan barang jenis sabu dengan menelan narkoba).

Dari keterangan NE, ia mengaku bahwa ia tidak sendiri masuk ke Indonesia, dan ada teman sejawatnya bernama AM.dan  atas keterangan NE, petugas bergegas melakukan pengembangan.

“Esok harinya dari hasil pengembangan, AM berhasil di tangkap saat berada di salah satu Hotel di Jakarta Barat, serta berhasil menyita sejumlah barang bukti,” ujarnya di Press release di RS Polri Kramat jati.(18/08)

Dari pelaku NE kedapatan barang bukti  sebanyak 71 kapsul yang di duga narkotika jenis sabu. Dan dari pelaku AM sebanyak 68 kapsul di duga narkotika jenis sabu.

Pelaku NE dan AM adalah warga negara Afrika yang memasok dan berencana edarkan sabu tersebut di Indonesia.

Sementara itu dari hasil pengembangan yang yang dilakukan oleh aparat kepolisian, polisi berhasil ngamankan AM setelah dilakukan penangkapan NE di bandara Soeta.

Namun saat penangkapan AM,melakukan perlawanan dan beresiko terhadap polisi dan  terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas oleh Polisi.

“Saat turun AM melakukan perlawanan dengan mengambil senjata Polisi dan dilakukan penindakan tegas terukur oleh petuas. Saat ini jenazah telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati, AM adalah warga negara Afrika,” kata Argo.

Menurut Argo sebelum AM ditembak bahwa pelaku memang berencana pindah ke Hotel lain, karena setiap satu hari tak dapat transaksi maka harus pindah ke hotel.

Selanjutnya atas informasi tersebut polisi bergegas mendatangi pelaku AM di salah satu hotel daerah Jakarta Barat, Polisi membuntuti saat pelaku,  sedang berupaya pindah hotel.

“Pelaku memang diminta, kalau belum ada yang ambil barang dalam sehari langsung disuruh pindah. Kemudian dia pindah dan kita langsung tangkap,” ujarnya.

Dari penangkapan kedua tersanga EN dan AM, polisi melakukan pengembangan dan ternyata penyelundupan sabu dengan modus Swallo  ini, di kendalikan oleh Jaringan lapas.

“Jadi barang ini dikendalikan dari lapas. Kebetulan kurir yang disuruh napi salah satu lapas di jakarta ini,tadi pagi kita tangkap atas nama BK,” jelas Argo.

Menurut Argo jaringan lapas tersebut memesan narkotika jenis sabu tersebut langsung dari afrika, sementara EN, AM dan BK adalah kurir yang ditugaskan oleh salah satu penghuni lapas yang ada di Jakarta.

Namun Kombes. Argo, belum bisa menjelaskan lapas mana yang dimaksud, lantaran masih dalam tahap pengembangan, sementara untuk para kurir yang mengirim barang diberi upah sebesar 2000 US Dollar untuk satu kali transaksi.

“Kurir diberi upah 2000 US Dollar, setiap kegiatan satu orang. Namun sebelum selesai melakukan kegiatan kita tangkap, “pungkasnya.**PN/Red.

Sumber: Group Akrindo.

         

Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!