HUT RI ke 72: 5 Pembunuh dan Penganiaya Aktivis “Terima Remisi”

Diterbitkan Tanggal: 20 / 08 / 17

Kategori: | NUSANTARA, TODAY |

RIAUEXPRESS, LUMAJANG – Pelaku terpidana kasus penganiayaan dan pembunuhan Salim Kancil dan Tosan terima remisi umum hari ulang tahun ke-72 Republik Indonesia yang bervariasi dengan pemotongan masa hukuman penjara maksimal tiga bulan.

Kepala Subseksi Registrasi Lembaga Pemasyarakatan Kelas 2B Kabupaten Lumajang, Endra Suwartono mengatakan semua narapidana di Lapas Lumajang, kecuali terpidana narkoba, korupsi, dan terorisme, mendapat remisi umum setiap menyambut HUT RI serta remisi Lebaran.

“Lima orang sebelumnya mendapat pembebasan bersyarat serta ada yang sudah bebas karena hanya mendapat hukuman 18 bulan,” kata Endra saat ditemui di lapas, Jumat pagi, (18/08/2017) seperti yang dilansir KartuMerahOrg.

Diketahui, terpidana kasus Salim Kancil dan tambang pasir ilegal, kata Endra, saat ini tinggal 29 orang dari total 34 orang.

Menurut Endra, remisi itu diberikan karena masuk daftar yang diajukan ke kantor wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Jawa Timur.

“Yang diajukan memperoleh remisi adalah yang berkelakuan baik dan kooperatif di dalam lapas,” ujarnya.

Kasus ini berawal dari dua aktivis tambang, Salim Kancil dan Tosan, yang menolak adanya penambangan pasir di kawasan Pantai Watu Pecak, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang.

Karena penolakan itu, puluhan warga mengeroyok dua aktivis penolak tambang tersebut di balai desa pada 26 September 2015. Akibat pengeroyokan tersebut, Salim Kancil tewas seketika. Sedangkan Tosan luka-luka dan sempat dirawat di RS Syaiful Anwar, Kota Malang.**KMO/Red.

Sumber: Group Akrindo.

         

Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!