2 Aktivis Pecinta Danau Toba Dikeroyok, Polisi Harus Tangkap Pelaku

Diterbitkan Tanggal: 18 / 08 / 17

Kategori: | HUKUM & KRIMINAL, NUSANTARA, TODAY |

RIAUEXPRESS, JAKARTA – Kedua pegiat Pecinta Danau Toba menjadi bulan-bulanan belasan preman, dan nyaris tewas akibat pengeroyokan itu. Seperti yang dilansir CelebesNews, Kamis (17/08/17).

‎Penganiayaan dan Pengeroyokan terhadap Sekretaris Eksekutif Yayasan Pencinta Danau Toba, Johannes Marbun dan Pegiat Pencinta Danau Toba Sebastian Hutabarat sangat disayangkan berbagai pihak.

Parsadaan Batak Alumni Yogyakarta (Pabayo) Sejabodetabek dan sekitarnya megutuk keras dan menolak segala bentuk teror terhadap Johanes dan Sebatian yang menjalankan profesi dan kegiatannya diperlakukan secara tidak manusiawi.

Ketua Umum Pabayo Witarsa Tambunan mengecam dan menyesalkan tindakan sekelompok orang di Desa Silimalombu, Kecamatan Onanrunggu, Kabupaten Samosir. Para pelaku diduga digerakan Jautir Simbolon beserta beberapa orang anak buahnya yang melakukan penganiayaan dan pengeroyokan terhadap Johannes dan Sebastian.

Witarsa meminta agar menghentikan segala intimidasi dan kekerasan terhadap Johannes dan Sebastian dalam menjalankan profesisi dan kegiatannya yang menyuarakan penyelamatan ‎lingkungan di kawasan Danau Toba.

Witarsa mengatakan, kegiatan pelestarian lingkungan hidup di kawasan Danan Toba dan sekitarnya yang dijamin oleh Undang-Undang, karena itu tindakan kekerasan terhadap Johannes dan Sebastian tidak pantas untuk dilakukan anak buah Jautir Simbolon.

“Kami  meminta dan mendesak  Kapolres Samosir, AKBP Donald Simanjuntak dan Kapolda Sumatera Utara agar segera menangkap, menahan dan  memproses secara hukum siapapun para pelaku yang melakukan tindak pidana kriminal berupa perbuatan tindak pidana penganiayaan/pemukulan (Pasal 351 KUHP), perbuatan tidak menyenangkan (Pasal 335 KHUP), pengeroyokan (Pasal 170 KUHP), “tegas Witarsa, didampingi ‎Ketua Bidang Hukum dan Advokasi Happy SP Sihombing, dalam keterangan persnya, Kamis (17/08/17) malam.

Sebelumnya, Johanes dan Sebastian, adalah pegiat Pencinta Danau Toba sedang melakukan pemantauan pelestarian alam, tiba, Selasa (15/8), kedua pegaian Pecinta Danau Toba itu dianiaya dan dikeroyok belasan premana yang diduga dikerahkan Jautir Simbolon

Keduanya nyaris tewas akibat menjadi bulan-bulanan belasan preman itu. Untungnya, beberapa warga berhasil menyelamatkan Johannes dan Sebastian dari keroyokan belasan preman.

Dalam kondisi luka parah akibat bulan-bulanan belasan preman, selanjutnya kedua aktivis Pecinta Danau Toba ‎melaporkan ke Polres Samosir.

Sudah bukan rahasia lagi, bahwa sejumlah oknum pejabat negara dan lokal berupaya mengeksploitasi kekayaan Danau Toba untuk kepentingan sekelompok tanpa memperhatikan kerusakan lingkungan. Seleian itu, mengabaikan partisipasi masyarakat di sekitar kawasan Danau Toba.

“Kami minta laporan korban tidak sekedar laporan tapi harus ditindak lanjuti, dan menangkap para pelaku tanpa pandang bulu, “tegas Witarsa.**CN/Red.

Sumber: Group Akrindo.

         

Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!