Dinilai Tak Layak Pakai, ‎Proyek Tambatan Kapal di Parit Bangkung Jangan Diterminj

Diterbitkan Tanggal: 17 / 08 / 17

Kategori: | BENGKALIS, BUTUH PERHATIAN, TODAY |

RIAUEXPRESS, BENGKALIS ‎- Masyarakat Parit Bangkung, Kelurahan Damon, Kecamatan Bengkalis menegaskan, dinas terkait jangan gegabah untuk terminjkan proyek pekerjaan Tambatan Perahu di Gang Sepakat, RT 01, RW 03 Parit Bangkung. Kec. Bengkalis.

Sebab, menurutnya proyek itu diduga dibangun asal jadi dan banyak menyalahi RAB tersebut. Pelaksana harus membongkar dan memperbaiki terlebih dahulu sebelum diterminjkan pada rekanan.

“Berbahaya kalau dinas melakukan terminj terhadap proyek itu. Karena dugaan kita banyak kesalahan yang dilakukan. Salah satu contoh kondisi fisik Tambatan terlihat naik turun dan tudak lurus, “kata Pemerhati Lingkungan dan Politik, Fahruddin Sumantri,

Maka dari itu, proyek yang berada di Dishubkominfo tersebut ditinjau ulang. Kapan perlu lakukan pembongkaran. Terutama pada fisik Tambatan yang tidak kokoh. Artinya tambatan tidak memiliki pondasi yang kuat. Seperti yang terlihat pada pancang beton proyek yang dibenam dengan tenaga manual.

“Karena pondisi atau pancang tidak kuat dan hanya asal benam, maka Tambatan kondisinya terus turun di sejumlah titik. Sekarang saja sudah naik turun dan cor lantai pada Tambatan telah retak dan terkelupas. Itu belum dipakai. Coba bayangkan kalau nanti dipakai, saya pastikan akan ambruk,” ujarnya.

Sementara, Direktur CV Blew&Co Husni yang merupakan pelaksana proyek saat dikonfirmssi membantah kalau dikerjakan asal jadi. Ia menyebut, pekerjaan proyek itu belum selesai dikerjakan dan masih dalam tahap pengerjaan. Saat ini pekerjaan baru dikisaran 50 persen.

Terkait dengan pancang Tambatan yang tidak kokoh, dijelaskannya lantaran dalam RAB dikerjakan dengan manual. Selain itu, Ia menganggap tingkat kedalaman pancang dan ukuran telah sesuai RAB. Namun ada beberapa kendala yang terjadi.

“Seperti dasar tanah, banyak kita temukan papan bekas galangan kapal. Jadi hal itu tidak bisa kita hindarkan. Terpaksa kelebihan pancang beton itu kita potong, lantaran tidak bisa dibenam lagi. Namun terkait dengan cor lantai Tambatan, itu baru permulaan dan akan dicor ulang dengan ketebalan 12 cm,” ungkapnya.

Sebelumnya, Proyek Pekerjaan Langsung (PL) yang anggarannya di plot di Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Bengkalis itu dikerjakan oleh pelaksana CV Blewxco dengan anggaran Rp 199.448.000.

Diduga, kondisi proyek memang memprihatinkan dari segi kualitas. Disamping itu, keberadaan Konsultan Pengawas oleh CV Tiara Konsultan ataupun pejabat yang bertanggungjawab sangat jarang terlihat dilokasi. Hanya ada beberapa orang pekerja. Sementara lokasi proyek terlihat memang sulit terpantau karena letaknya yang berdekatan dengan pantai.**Red.

         

Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!