‎Kejari Diminta Jangan Pandang Bulu Dalam Menindak Yang Terlibat Proyek Hubbul Wathan

Diterbitkan Tanggal: 07 / 08 / 17

Kategori: | BENGKALIS, KORUPSI, TODAY |

RIAUEXPRESS, BENGKALIS – Ketua DPD PEKAT-IB Kabupaten Bengkalis, Amir Syahrudin menyatakan, bahwa salah satu Visi dan Misi Kabupaten Bengkalis adalah sebagai kota pendidikan, sebagai tempat menimba ilmu dan budi pekerti.

Namun sikap dan pelaksanaan dari beberapa Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Bengkalis menunjukkan situasi yang terbalik dari sumpah atau ikrar mereka. Sehingga mengakibatkan semakin buruk kepercayaan masyarakat pada abdi negara (ASN) di Kabupaten Bengkalis.

Ungkapan ini disampaikannya, ketika menanggapi persoalan dugaan korupsi proyek gedung Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Hubbul Wathan di kota Duri tahun 2016 dengan anggaran Rp. 4,8 M, berlantai 2 dengan 8 ruangan, yang kini telah ditangani pihak Kejari Bengkalis.

“Kalau memang proyek tersebut telah merugikan negara, maka penegak hukum harus menindak oknum KPA, PPK, PPTK di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, termasuk Konsultan Pengawas dan Pelaksana, dengan tidak pandang bulu, “ungkap pria yang berprofesi sebagai tenaga pendidik ini, Senin (07/08/17).

Sebelumnya telah diberitakan, Kejari Bengkalis melalui bagian Seksi Pidana Khusus telah memanggil tujuh orang, yang diduga terlibat dalam melakukan tindak pidana korupsi pembangunan gedung kampus Hubbul Wathan berlantai dua di Kota Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis.

Ketujuh orang yang telah dipanggil, Plt. Kadis PU Tajul Mudarris yang saat itu selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah BPKAD Bustami ST dan Bendaharanya Maliki. Lalu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Ngawidi, Ketua Yayasan Hubbul Wathan Buya Hamka, Konsultan Perencana, Kabag Persidangan Sekwan Misran, dan Kabag Keuangan Dinas PU Adi Rahman.

Selanjutnya, menurut Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis Rahman Dwi Saputra melalui Kasi Pidsus Arief S Nugroho, beberapa waktu lalu menyebut, bahwa dalam pekan ini Direktur Pelaksana PT. Cahaya Laksamana Putra Abadi (CLPA), akan dilakukan pemanggilan perdananya.

Proyek gedung Hubbul Wathan hingga sampai dilakukan penyelidikan oleh pihak Kejari Bengkalis, lantaran proyek yang dibangun tahun 2016 dengan anggaran Rp 4,8 M telah diterminj 100 persen. Namun kini sudah terlihat retak-retak. Sehingga orang-orang kampus tidak berani menempatinya, kecuali hanya satu ruangan di lantai satu.

Atas proyek gedung tersebut, pihak kampus juga belum menerima serahterima dari Pemkab. Bengkalis, dan pihak Kampus hanya menerima kunci saja. Meraka tidak menempati 8 ruangan tersebut, karena timbul ketakutan jika gedung itu roboh. Sebab bangunan berlantai dua itu sudah banyak yang retak, serta kamar mandi tidak bisa berfungsi secara maksimal.**Red.

         

Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!