Kubu Ismail Ngadu ke DPRD Bengkalis‎, Soal Dualisme Kepengurusan Koperasi BBDM

Diterbitkan Tanggal: 26 / 07 / 17

Kategori: | BENGKALIS, DPRD BENGKALIS, TODAY |

 

RIAUEXPRESS, BENGKALIS – Terjadinya Dualisme Koperasi Bukitbatu Darul Makmur (BBDM) Kecamatan Bukitbatu, antara pihak yang dipimpin Ismail dengan pihak satunya lagi, yang dipimpin Suwitno Pranolo terus bergulir menjadi persoalan yang semakin rumit.

Sebab, dari pihak Ismail mengaku telah ada anggota yang mengantongi kartu mencapai 30 orang. Dan bahkan meski belum mengantongi kartu anggota, namun sudah ada 800 Kepala Keluarga (KK), yang menyatakan telah bergabung.

Sedangkan dari Kepengurusan Koperasi BBDM yang diketuai oleh Suwitno Pranolo Suwitno, meminta pada seorang oknum DPRD Bengkalis untuk bersikap netral, dalam menyelesaikan dualisme kepengurusan dalam tubuh koperasi.

Sehingga Pengurus Koperasi BBDM yang dipimpin oleh H. Ismail, dengan didampingi anggota, serta Tim Terpadu Kelompok Tani, mengadukan ke DPRD Bengkalis, Selasa (25/07/17) siang.

Mereka berbondong-bondong ke kantor DPRD Bengkalis jalan Antara itu, mengadukan pada sejumlah anggata Dewan, lantaran terjadi dualisme kepengurusan Koperasi tersebut.

Kedatangan mereka disambut oleh Wakil I Ketua DPRD Indra Gunawan, serta anggota Dapil Buktibatu Siak Kecil Aisah, juga dari lintas komisi dan fraksi. Dengan menggelar hearing dengan pengurus Koperasi BBDM ini.

Dalam hearing tersebut, Ketua Koperasi BBDM sejak 2004 Ismail mengadukan pada sejumlah anggota dewan yang hadir, bahwa Koperasi milik mereka telah dilaporkan oleh Dinas Koperasi dan UMKM Bengkalis pada PT. Surya Dumai Agrindo (SDA). Karena terjadi dualisme.

“Akibatnya,  proses penerimaan hak bagi hasil pada para petani yang tergabung dalam perusahaan, tidak direalisasikan sesuai harapan hingga detik ini,” terangnya.

Tapi, lanjut Ismail, ketika ditanyakan pada Dinas Koperasi terkait dualisme kepengurusan, pihak Dinas menjawab secara lisan, bahwa Koperasi BBDM tersebut kepengurusannya tunggal.

“Dengan jawab pihak Dinas itu, jelas bertolakbelakang dengan apa yang disampaikan oleh Dinas Koparasi pada perusahaan PT. SDA sesuai  surat resmi yang disampaikan, bahwa Koperasi terjadi dualisme kepengurusan, sehingga bagi hasil tidak bisa terealisasi,” tambah Ismail.

Terkait hal ini, pihak Koperasi dengan didampingi Tim Terpadu Kelompok Tani menyampaikan permintaannya pada DPRD, agar segera mencarikan jalan keluar, supaya harapan bagi hasil panen dari pihak PT. SDA pada para petani dapat terealisasi.

Menyikapi rancunya kepengurusan terjadi dualisme tersebut, Wakil Ketua DPRD Bengkalis Indra Gunawan sampaikan, bahwa pihaknya akan segera kembali memanggil pada Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) Dinas Koperasi dan UMKM Bengkalis.

“‘Kita juga akan memanggil pihak perusahaan PT. SDA pada pekan depan, agar persoalan ini segera dapat diselesaikan secara tuntas,” tegasnya yang biasa dengan panggilan Eed ini. [**Adv/Red]

         

Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!