Abrasi Makin Parah, Warga Sikusut Harapkan Pembagunan Turap

Diterbitkan Tanggal: 12 / 07 / 17

Kategori: | Rohil, TODAY |

Abrasi Sungai Rokan di Kampung Sikusut Kepenghuluan Jumrah Kecamatan Rimba Melintang Kabupaten Rokan Hilir

RIAUEXPRESS, RIMBA MELINTANG – Abrasi Sungai Rokan di Kampung Sikusut Kepenghuluan Jumrah Kecamatan Rimba Melintang Kabupaten Rokan Hilir semakin parah di sebabkan besarnya gelombang Bono.

Sebelumnya, abrasi telah merobohkan satu rumah ibadah, masjid yang ada di kampung Sekusut dan beberapa unit rumah warga.

Adapun rumah warga yang telah menjadi korban abrasi yakni rumah milik Zainal Siregar, Usban Sagala. Mereka (korban abrasi-red) kini telah pindah rumah ke lokasi lebih jauh dari bibir sungai Rokan.

Sementara jarak sungai dengan rumah  penduduk lainnya saat ini hanya berkisar 5 meter.

“Rumah kami yang pertama terkena aprasi, kemudian menyusul masjid dan rumah warga lainnya,” Kata Zainal kepada wartawan belum lama ini.

Dijelaskannya, perkampungan Sei Sikusut di buka pada tahun 2003 yang silam, kala itu jarak masjid dan Rumah warga dari bibir sungai rokan berkisar 15 Meter.

“Dulu jarak sungai ke rumah-rumah warga lumayan jauh berkisar 15 meter. dulu bono gak ada hanya di seberang kampung Sikusut. Sekarang bono pindah ke sebelah (kampung Sikusut red),” Jelas warga lainnya, Imran.

Namun seiring berjalan nya waktu lanjut Imran, derasnya arus dan ombak bono yang berpindah ke arah perkampungan Sikusut yang merobohkan tanah dan pepohonan yang ada di sekitar bibir sungai Rokan

“Pohon sawit masyarakat yang ada di sepanjang sungai ini pun sudah banyak yang tumbang di bawa bono,” bebernya.

Imran menyebutkan,selama ini masyarakat telah melakukan beberapa upaya agar abrasi tidak terjadi terus menerus agar kondisi yang ada tidak mengancam lagi rumah warga lainnya,  seperti menanam pohon dan membuat benteng.

Sayangnya, usaha yang di lakukan masyarakat hanya sia-sia, deras nya arus dan ombak sungai yang di sertai bono tersebut dengan waktu tidak lama pohon-pohon yang di tanami warga bertumbangan.

“Mengatasi masalah aprasi, kalau gak di turap atau di beton, aprasi tidak akan bisa teratasi,” Pungkasnya. [Agung]

         

Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!