Tambak Udang Diduga Tak Kantongi Izin, DKP Bengkalis Tutup Mata?,,,,

Diterbitkan Tanggal: 10 / 07 / 17

Kategori: | BENGKALIS, BERITA HANGAT, BUTUH PERHATIAN |

RIAUEXPRESS, BENGKALIS – Pembabatan Kawasan Lindung Hutan Mangrove yang tumbuh secara alami Desa Tameran Bengkalis dijadikan tempat budidaya perikanan air payau (Tambak  Udang) tanpa kantongi izin pihak terkait.

“Ironisnya lagi usaha tambak udang ini merupakan program pemerintah dan perbuatan tersebut secara blak-blakan diakui oleh Amril Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bengkalis, sayangnya hal itu tidak tersentuh aparat penegak hukum”, ujar Herisno Korlap Invetigasi LSM Ikatan Pemuda Melayu Peduli Lingkungan (IPML) Provinsi Riau. Senin, (10/07/17).

Herisno, pembabat kawasan lindung hutan mangrove sepadan pantai Desa Tameran kecamatan Bengkalis  yang dijadikan tambak udang oleh Pengusaha, persoalan  perambahan kawasan lindung hutan mangrove sehingga terjadinya perubahan status bentang alam.

“Terindikasi perambahan hutan magrove dilakukan secara ilegal dari sebab pembangunan tambak udang tersebut, akan kita laporkan ke aparat hukum, untuk dilakukan tindakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku”, terangnya.

Dia akui, pihaknya juga telah menyampaikan surat klarifikasi kepada pengusaha tambak udang, dan mempertanyakan bentuk perizinan perubahan status fungsi lahan, untuk dijadikan tambak udang.

“Namun sampai saat ini pemilik usaha (tambak udang) tidak dapat menjelaskan bentuk izin yang mereka miliki, oleh karena itu dalam waktu dekat ini kita akan membuat surat pengaduan ke pihak berwajib, untuk mengambil tindakan tegas terhadap para pihak yang terlibat sama dalam  kegiatan tersebut”, tegas Herisno. [**Red]

         

Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!