Bayi Umur 10 Jam Dibuang ke Semak di Duri

Diterbitkan Tanggal: 04 / 02 / 17

Kategori: | BERITA HANGAT, MANDAU & PINGGIR, Riau |

RIAUEXPRESS, MANDAU – Warga Desa Petani, Kecamatan Mandau Kab. Bengkalis Prov. Riau digegerkan dengan penemuan sesosok bayi berjenis kelamin laki-laki, Jumat (3/2/2017) sekitar pukul 09.00 WIB. Bayi tampan berkulit putih, hidung mancung dan bibir merah itu ditemukan oleh Bayu (21) dan Rido (20) di Jalan Siak, Desa Petani, tepatnya di gang dekat batang Pulai.

Saat ditemukan, bayi tersebut tidak menangis sama sekali. Hanya saja Bayu mendekati bayi yang dibedung dengan kain sarung tersebut. Tubuh bayi mungil tersebut juga sudah digerogoti oleh semut-semut di sekitar pohon.

“Tadi mau kencing sebenarnya, makanya masuk ke gang itu. Begitu masuk nampak bayi itu di dalam kain. Tidak menangis saat kami lihat tadi,” kata Bayu dan Rido yang kemudian langsung membawa bayi tersebut ke Praktek Bidan Imelda Barus di Jalan Rangau KM. 15.

Babinkamtibmas Desa Pinggir, Brigadir Edy Yulianto, mengatakan penemuan bayi di Jalan Siak oleh warga itu sudah dilaporkan ke Polsek Mandau untuk penyelidikan lebih lanjut.

“Kita bersyukur warga membawa bayi ini ke klinik terdekat untuk mendapat bantuan ASI donor dari warga. Selanjutnya bayi akan dibawa ke RSUD Mandau untuk mendapat perawatan lebih lanjut,” imbuhnya.

Bidan Imelda Barus saat dikonfirmasi menyebutkan, usia bayi masih sekitar 10 jam. Menurut pengamatannya, bayi itu dilahirkan melalui persalinan normal dengan berat 2.700 gram, panjang 46 cm.

“Tadi saat sampai disini tali pusatnya belum dijepit. Dan kita berikan asi donor dari warga setempat, serta pemberian vitamin K. Bayinya sehat, tidak ada cacat fisik pada tubuhnya,” ujar Bidan Imelda.

Olah TKP

Terpisah, Kapolsek Mandau, Kompol Ricky Ricardo SIK mengatakan, kedua pemuda yang menemukan bayi tersebut sudah dimintai keterangan oleh penyidik dan juga sudah ke lapangan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Posisi bayi saat dibuang itu sangat jauh dari keramaian. Jaraknya dari Jalan Poros itu sekitar 15 meter dan dalam semak-semak. Beruntung nyawa bayi tersebut tertolong, karena ditemukan pemuda yang ingin buang air kecil,” ujar Kapolsek.

Ibu atau pelaku pembuangan bayi, kata Kompol Ricky akan segera ditemukan dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya tersebut.  “Sementara bayi lelaki itu masih tetap dalam perawatan di RSUD Mandau. Tidak menutup kemungkinan juga akan banyak masyarakat yang datang ingin mengajukan diri mengadopsi anak tersebut,” ujar Kompol Ricky.

Mengenai adanya permintaan adopsi, katanya, harus melalui proses pengadilan.”

Tetapi biasanya dari pihak rumah sakit mengizinkan masyarakat yang ingin mengadopsi bayi tersebut hingga putusan pengadilan keluar,” paparnya.

Bayu, si penemu bayi yang dibuang itu, juga menyampaikan hal yang sama. Jika diizinkan, ia juga ingin bayi laki-laki itu dirawat oleh kakaknya yang belum dikaruniai anak.

“Kakak saya belum juga punya anak. Kalau boleh dan diizinkan, saya juga mau bayi itu diberikan untuk kakak saya. Bayinya pintar dan ga rewel, sepanjang Jalan ke bidan tadi tidak menangis sedikit pun,” tutur Bayu. (MC Riau/man)

[http://mediacenter.riau.go.id]-[MEG]

         

Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!