Uji Kompetensi Calon Pejabat, Pemkab Meranti Gandeng Biro SDM Polda Riau

Diterbitkan Tanggal: 21 / 01 / 17

Kategori: | Meranti |

RIAUEXPRESS, PEKANBARU – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menjalin kerjasama dengan Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Riau. Kerjasama itu dalam rangka Uji Kompetensi atau Asessment para calon Pejabat Tinggi Pratama di lingkungan Pemkab Kepulauan Meranti.

Penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) kerjasama itu dilakukan oleh Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Said Hasyim bersama Kepala Biro SDM Polda Riau, Komisaris Besar Polisi Benny Subandi SIK MSi, di ruang Tri Brata Polda Riau, Kamis 19 Januari 2017 kemarin.

Turut hadir Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kepulauan Meranti, Drs Revirianto, Kabag Binkar Polda Riau, AKBP Arif Bestari SIK MH, Kabag Hukum Setda Kepulauan Meranti, Sudandri SH, Kabag Humas dan Protokol H Nasruni SIP MSi, Kabid Mutasi Agustia Widodo SE MSi dan para Asessor Biro SDM Polda Riau.

Wakil Kepulauan Bupati Meranti, Said Hasyim menjelaskan, pelaksanaan Asessment sesuai amanat Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (UU-ASN) Nomor 5 Tahun 2014 dan Permenpan Nomor 13 Tahun 2014 tentang tata cara pengisian jabatan pimpinan tinggi secara terbuka di lingkungan instansi Pemerintah.

Pemkab Kepulauan Meranti, kata Wabup, ingin mencari pejabat yang bertangungjawab dan mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Dan yang tidak kalah pentingnya tidak terjadi cacat hukum dalam pengisian Jabatan Tinggi Pratama dilingkungan Pemkab Kepulauan Meranti.

“Kita berharap pejabat yang nantinya terpilih mampu melaksanakan tugasnya dengan baik dan profesional, sehingga Kepulauan Meranti sebagai Kabupaten baru, mampu menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Wabup Said Hasyim.

Dijelaskannya, Kabupaten Kepulauan Meranti baru berumur 8 tahun, termasuk daerah yang terisolir dengan tingkat kemiskinan mencapai 33 Persen. Kemiskinan disebabkan berbagai faktor, mulai dari kondisi alam yang berat, tingkat pendidikan, harga sembako yang melonjak karena masih didatangkan dari Provinsi tetangga.Faktanya, kata Wabup, jarang sekali pejabat yang ingin bertugas di Kepulauan Meranti, yang akses daerah hanya terbuka kurang lebih 4 jam sehari.

“Bila naik angkutan laut pagi jam 7.30-9.00 dan siang jam 12.30-14.00, jadi sangat terisolasi kecuali menyewa angkutan laut yang tentu memakan biaya besar,” jelasnya.

Meski begitu tidak mengurangi semangat Pemkab Kepulauan Meranti untuk membangun infrastruktur jalan, jembatan, pendidikan, kesehatan, termasuk keamanan, sehingga geliat kota jauh meriah dibandingkan daerah Kabupaten lainnya.(MC Riau/san)

[http://mediacenter.riau.go.id]-[MEG]

         

Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!