DPD K-SPSI Riau Siapkan SDM Pekerja Hadapi MEA

Diterbitkan Tanggal: 30 / 11 / 16

Kategori: | Pekanbaru |

RIAUEXPRESS, FERRI: Nursal Tanjung, Ketua DPD Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (K - SPSI). 29/11/16.

RIAUEXPRESS, FERRI: Nursal Tanjung, Ketua DPD Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (K – SPSI). 29/11/16.

RIAUEXPRESS, PEKANBARU – Ketua DPD  Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (K – SPSI), Nursal Tanjung paparkan kegiatan seminar yang mereka adakan pada tanggal 26 – 27 Nov 2016 yang lalu. Banyak hal yang dipelajari pekerja pada seminar itu, salah satunya pengetahuan mengenai UU Nomor 21 Tahun 2000 Tentang SP/SB, UU Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan dan UU Nomor 2 Tahun 2004 Tentang Penyelesaian Hubungan Industrial (PHI), tentu saja hal ini sangat penting dengan tingginya tingkat ekonomi di Riau harus diimbangi dengan kesiapan pekerja di Riau.

Dalam pemaparannya dihadapan awak media, Selasa (29/11/16), mengatakan “Peran organisasi pekerja sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja, apalagi dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) bahwa peningkatan Sumber Daya Pekerja sangat diharapkan”. Ujar Nursal Tanjung.

Lebih lanjut Nursal Tanjung menyoroti kesiapan para tenaga kerja kita dalam menghadapi MEA ini.

“Jangan sampai Lapangan kerja dikuasai asing, tentunya untuk meningkatkan stabilitas daerah Riau tidak terganngu. Semangat otonomi daerah, pekerja tempatan akan diutamakan. Nmun, kalau tidak siap untuk menghadapi MEA ini akan menjadi bumerang bagi tenaga kerja kita”, ujar Ketua SPSI Riau ini.

Lebih lanjut untuk mengantisipasi perlu kerja sama semua pihak diantaranya, Disnaker. Kependudukan, dan dinas dinas yang yang berkompeten ujar Nursal.

Nursal juga mengatakan dengan tegas bahwa “Pekerja bukanlah alat, tapi mereka adalah aset perusahaan, hak-hak pekerja harus diperhatikan”.

Bicara soal pekerja asing, menurut Nursal punya batasan batasan waktu, apalagi menghadapi MEA ini peluang bagi pekerja-pekerja lokal untuk dapat menimba ilmu. Tentunya tanggung jawab etos kerja yang sangat diutamakan, kita akui pekerja kita masih mempunyai kelemahan dari etos kerja. Namun bagi kita, bagaimana agar para pekerja dapat berkompetisi dengan pekerja asing.

Dengan harapan kedepannya selalu berkoordinasi dengan pemerintah terutama dengan Balai Latihan Kerja BLK). Peningkatan SDM di Balai Pelatihan Kerja ditingkatkan dan diikutkan juga pelatihan kerja bagi perusahaan dimana tempat bekerja. Dengan pelatihan ini dapat memotivasi pekerja sehingga menjadi lebih profesional.

Terakhir Nursal menghimbau, agar anggota dan pengurus KSPSI mengerti fungsi dan wewenangnya dalam menjalankan roda organisasi. [MEG 11]

Laporan : Ferry

Editor: Mislam

         

Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!