Bukan Hanya Rawan Cabul, Kampung Halaman Bupati Tanah Datar Juga Diterpa Isu Penculikan Anak

Diterbitkan Tanggal: 27 / 11 / 16

Kategori: | Padang |

Ilustrasi

Ilustrasi

RIAUEXPRESS, TANAH DATAR – Kekerasan pada anak masih menjadi momok yang menakutkan. Bahkan, kasusnya makin marak saja terjadi, setelah beberapa anak menjadi korban pencabulan yang tengah marak di Kabupaten Tanah Datar, khususnya kampung halaman Bupati Drs. Irdinansyah Tarmizi, yaitu Kecamatan Lintau Buo Utara, kini masyarakat Kecamatan Lintau Buo Utara sejak sepekan terakhir dihebohkan dengan isu penculikan anak. Akibatnya, sejumlah orang tua di wilayah tersebut merasa resah.

Rasanya tak ada lagi tempat aman buat berpijak bagi kaki-kaki mungil tak berdosa itu, baik di sekolah maupun dilingkungan keluarga sendiri, jiwa mereka tak luput dari ancaman.

Informasi yang didapat SumbarExpres, isu ini berkembang setelah beberapa waktu lalu, Afriqon (14) salah seorang pelajar salah satu SLTP di Lintau nyaris menjadi korban penculikan saat ia dan temannya Adi (14) dihampiri oleh seseorang yang turun dari sebuah mobil dan hendak memaksa mereka naik.

“Sebelumnya, anak-anak tersebut (Afriqon dan Adi) sempat juga di iming-iming sebuah bungkusan yang dikeluarkan oleh pengendara kepada mereka, namun karena keduanya tidak kenal anak-anak tersebut langsung melarikan diri,” ujar Frida (39) salah seorang warga Nagari Lubuk Jantan kepada media ini, sabtu (26/11/16).

Tidak hanya itu, Jasri (45) warga setempat juga mengatakan, sekitar hari senin (21/11/16) lalu, di Mandaliko Jorong Nusa Indah Nagari Lubuk Jantan, salah seorang pelajar siswa sekolah dasar di daerah itu, Dinil (11) juga nyaris menjadi korban penculikan.

Kata Jasri, saat Dinil melintas di Jalan tiba-tiba dari arah belakangnya datang satu unit mobil Avanza setelah dekat dengan korban, turun satu orang dari dalam mobil dan langsung mengejar korban. Karena ketakutan korban berlari sehingga jatuh dalam kolam.

“Warga mengatakan jika kendaraan yang dipakai oleh orang tersebut sama persis dengan kejadian di tempat lain yakni Toyota Avanza warna Silver, namun nomor polisinya tidak diketahui,” tutur Jasri.

Dengan adanya isu tersebut ucap Jasri, masyarakat khususnya kaum ibu resah. Sebab, mereka khawatir dengan buah hatinya masing-masing.

“Bahkan, ada kabar kalau di Payakumbuh telah terjadi penculikan terhadap pelajar SD yang dijemput ke sekolahnya oleh pelaku, selang 3 hari korban dikembalikan namun satu buah ginjal korban telah diambil sedangkan terhadap korban diberikan satu buah kalung dan uang tunai sebanyak Rp. 3.000.000,-. Itu informasi yang didapat warga pak,” cerita Jasri.

Sementara itu, Kapolres Tanah Datar AKBP. Irfa Asrul Hanafi membenarkan adanya beredar isu tersebut dalam beberapa hari lalu. Dan pihaknya sudah memerintahkan kepada jajarannya untuk mencari kebenaran isu penculikan tersebut.

“Kami harap masyarakat jangan terpancing oleh isu yang kebenarannya belum bisa dibuktikan, jika warga melihat gelagat mencurigakan terhadap pengendara di wilayah mereka untuk tidak main hakim sendiri, lapor kepada kami agar tidak terjadi hal hal yang dapat merugikan kita,” ucap Kapolres.

Ia meminta kepada masyarakat, untuk tetap hati hati dan waspada. Dan setiap warga untuk lebih meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap orang asing di sekitar mereka, hal ini juga dapat menekan angka kriminalitas lainnya.“Kami harap masyarakat kembali aktifkan kegiatan ronda, dan selalu menjaga anak anak dari orang orang sekitar, termasuk orang yang tidak dikenal, sekali lagi kami tekankan, jika melihat hal yang mencurigakan masyarakat secepatnya melaporkan kepetugas kepolisian atau aparat nagari masing masing,” himbau Irfa Asrul. (SE 4)

Editor : Mislam

[MEG] – [sumbarexpress.com]

         

Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!