Pemda Tanah Datar Ciptakan Peluang Bagi Pelaku Cabul

Diterbitkan Tanggal: 30 / 10 / 16

Kategori: | Padang, POLRI |

festival

RIAUEXPRESS.COM, TANAH DATAR: Jum’at (28/10) polisi dari jajaran Sat Reskrim Polres Tanah Datar menangkap NH (30), warga Jorong Tabek Akiang, Nagari Tanjung Bonai Kec. Lintau Buo Utara Kab. Tanah Datar Prov. Sumatera Barat. Buruh harian lepas ini ditangkap polisi setelah melakukan perbuatan cabul yang disertai pengancaman terhadap Tamara (nama samaran) (15), warga Bogor Jawa Barat, yang tinggal di Jorong Pauh Tinggi, Nagari Tanjung Bonai Kec.Lintau Buo Utara, Kab. Tanah Datar, Sumatera Barat.

Bahkan, untuk menumpahkan nafsu bejatnya, pelaku mengancam korban dengan samurai.

Belum usai penyelidikan polisi terhadap NH, hari ini Sabtu (29/10) polisi kembali mengamankan pelaku cabul lainnya.

Adalah Eri (37), warga Jorong Kampung Baru Nagari Baringin Kecamatan Lima Kaum Kabupaten Tanah Datar, yang ditangkap usai mengagahi Chintia, (nama samaran) (22) serta 5 orang lainnya.

Ironisnya, perbuatan asusila itu dilakukan Eri karena adanya peluang atas situasi dari event bazar dengan tema “Pesona Budaya Minangkabau” yang diadakan pemerintah daerah di lapangan Cinduo Mato Batusangkar dari tanggal 23 s/d 29 Oktober 2016.

Kapolres Tanah Datar AKBP. Irfa Asrul Hanafi, SIK mengatakan, pada hari Sabtu (29/10) jam:03.00 WIB dini hari, korban bertemu pelaku di event Festival Pesona Budaya Minangkabau di lapangan Cinduo Mato Kota Batusangkar. Pelaku lalu membawa korban untuk berjalan-jalan keliling lapangan, tepat di pojok gor lapangan, pelaku memaksa korban untuk melakukan oral sex.

“Setelah menerima laporan korban, kami langsung mengamankan pelaku. Dari pengakuan pelaku, ternyata masih ada 5 orang lagi yang telah menjadi korbannya, jadi total ada 6 korban, namun kami masih melakukan pengembangan”, Tutur Kapolres kepada Media Express Group SumbarExpres.com Sabtu (29/10/16).

Wardi, salah seorang pengunjung bazar menyayangkan event dengan tema budaya itu justru memberi peluang bagi penjahat kelamin untuk melancarkan aksinya.

Warga Nagari Cubadak, Kecamatan Lima Kaum, Kabupaten Tanah Datar itu menambahkan, harusnya panitia event dalam hal ini Pemda Tanah Datar memperketat pengamanan sepanjang area diadakannya bazar guna menutup celah untuk melakukan tindakan asusila.

“Harusnya panitia mensiagakan pihak keamanan di setiap sudut lapangan (area bazar), selain untuk mencegah tindakan pencurian yang sering terjadi di setiap keramaian, juga menutup celah bagi penjahat kelamin untuk melancarkan aksi cabulnya”, Pungkas Wardi kepada SumbarExpreas di area Istana Pagaruyung saat menghadiri penutupan event Pesona Budaya Minangkabau Sabtu (29/10) malam. [MEG 7]

Laporan: Joni Hermanto

Editor: Mislam

         

Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!