Dua Kali Cabuli anak dibawah umur, Seorang Pengembala Sapi Ditangkap Sat Reskrim Polres Tanah Datar

Diterbitkan Tanggal: 21 / 10 / 16

Kategori: | Padang, POLRI |

RIAUEXPRESS.COM, TANAH DATAR: Seorang pengembala sapi ditangkap dikawasan terminal Piliang, V Kaum oleh Sat Reskrim Polres Tanah Datar Kamis (20/10/16) malam, lantaran tega menyetubuhi TS (14), siswi SMP warga Nagari Supanjang, Kecamatan Cubadak, Kabupaten Tanah Datar Prov. Sumatera Barat.

wf

Pria berinisial WF (19), Warga Jorong Batu Basa, Nagari Batu Basa, Kecamatan Pariangan, Kabupaten Tanah Datar Sumatera Barat.  Kini dijebloskan ke dalam penjara atas perbuatan bejatnya.

Kapolres Tanah Datar, AKBP. Irfa Asrul Hanafi, SIK. Mengatakan  “Selain telah menahan tersangka, pihaknya telah melakukan visum et repertum kepada korban untuk proses penyidikan lebih lanjut”.

Gadis di bawah umur itu dicabuli 2 kali di rumah nenek tersangka di Jorong Batu Basa, Nagari Batu Basa, Kec. Pariangan, Kab. Tanah Datar Sumatera Barat.

Atas perbuatanya, tersangka dijerat dengan pasal 76d dan atau Pasal 76e dan atau Pasal 81 dan atau pasal 82 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Sebelum kejadian itu tersangka menghubungi dan mengajak korban menonton pacu Jawi di Gaduang Batu Nagari Tabek sekitar tanggal 14 Mei 2016, tersangka lalu meminta korban untuk menunggunya di sebuah mushola di Batu Basa. Namun setelah bertemu korban, timbulah niat bejat tersangka untuk menyetubuhi korban, korban lalu di bawa ke rumah nenek tersangka, dengan sejurus bujuk rayu bahwa tersangka tidak akan meninggalkan korban, korban akhirnya terperdaya, tersangka lalu menyetubuhi korban sebanyak 2 kali”, kata Kapolres kepada SumbarExpres Jum’at (21/10/16).

Kapolres menambahkan, “Selama ini korban tutup mulut karena tersangka berjanji tidak akan meninggalkannya. Namun, selang beberapa bulan berlalu tersangka justru memutuskan hubungan cinta mereka. Merasa dikecewakan, akhirnya korban menceritakan kejadian itu pada orangtuanya. Mendengar pengakuan buah hatinya, orangtua korban langsung melapor kepada polisi”. [MEG 7]

Laporan : Joni Hermanto

Editor: Mislam

         

Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!