Mensos: Daya Saing Industri Kreatif Nasional Harus Ditingkatkan

Diterbitkan Tanggal: 06 / 09 / 16

Kategori: | EKONOMI & BISNIS |

MENSOSRIAUEXPRESS.COM, MALANG: Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa menekankan pentingnya meningkatkan daya saing Indonesia untuk menghadapi tantangan global dengan berlakunya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Peningkatan daya saing terutama di bidang industri kreatif dan tenaga kerja.

Hal itu disampaikan Khofifah saat mengisi studium general pada pembukaan Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) Universitas Muhammadiyah Malang, Senin (5/9/2016).

Menurutnya, meskipun upah sektor manufaktur Indonesia lebih rendah dibanding Singapura dan Malaysia, Indonesia tetap menjadi tujuan masyarakat di negara – negara anggota MEA untuk mencari kerja.

“Artinya kita memang harus siap berkompetisi,” katanya dihadapan ribuan mahasiswa baru UMM.

Khofifah mengaku sempat terkejut saat membaca informasi akan adanya 12.000 sopir dari Filipina yang akan datang ke Indonesia.

Sebanyak 12.000 sopir itu terdiri dari perempuan sebanyak 40 persen dan sudah dibekali pengetahuan Bahasa Indonesia serta memiliki lisensi Internasional.

“Indonesia harus menjadi pasar potensial. Maka seluruh industri kreatif harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, Khofifah juga menyebut, Indonesia harus bisa menjadi tujuan investor ASEAN dan menjadi negara pengekspor.

Penulis : Kontributor Malang, Andi Hartik
Editor : M Fajar Marta

KOMPAS.COM

 

         

Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!