Sape, Dikeroyok Oknum PLN, Kok Malah di Bui?

Diterbitkan Tanggal: 16 / 04 / 16

Kategori: | MANDAU & PINGGIR |

RIAUEXPRESS.COM, MANDAU: Sebulan lebih Saparuddin (SAPE) mendekam di tahanan polsek Mandau  . Penahanan Sape berawal dari  Salah seorang petugas PLN hendak mencabut Meteran Listrik di rumahnya tanggal 03 September 2015 sekira jam 14:00 di jalan Proyek PKMT  RT 007 RW. 001 Desa Petani  Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau.

Berikut penelusuran awak media sesuai dengan keterangan korban (Sape)

“Karena terlambat membayar tagihan listrik selama 3 bulan, sehingga terjadi cekcok mulut dan dan akhirnya terjadi pengeroyokan yang dilakukan dilakukan oleh oknum pihak PLN, Riko (anak Sape) ingin membela saya sebagai ayahnya. Karena keadaan panik, Rico mengambil golok lalu menghayunkan ke pelaku pengeroyokan sehingga mengenai salah seorang tangan pelaku, sehingga saya terlepas dari pengeroyokan oknum anggota PLN tersebut.”

Pada saat itu pelaku yang berinitial RC di kabarkan langsung melapor ke Polek Mandau.

Berangkat dari pengalaman yang sudah-sudah tidak bisa dua laporan pada perkara yang sama di Polsek Mandau, sehingga Sape dalam keadaan memar dan sakit didadanya mengikuti anjuran omnya  untuk berobat di Pekanbaru. Dan keesokan harinya lansung melapor di Polda Riau.

Beberapa bulan kemudian tepatnya pada tangal 7 Februari 2016 tiba tiba Sape ditangkap di Jalan oleh Anggota polsek Mandau dan langsung ditahan.

Menurut keterangan Zuirmawati Zen (istri Sape) pada TLLK, MDo,  Abangnya (Sape) di tahan karena dilaporkan mengeroyok dan membacok anggota PLN, hal itu sudah di bantah olehnya  yang iyanya Sape yang di keroyok oleh anggota PLN di dalam rumahnya, tetapi Penyidik polsek Mandau meminta saksi bukan dari keluarga, pada saat itu yang menyaksikan di dalam rumah hanyalah kami sekeluarga tetapi kalau diluar mungkin banyak melihat mereka termasuk diantaranya Anto Tukul dan Handoko tapi orang orang ini takut menjadi saksi maklumlah orang kampung,  yang intinya pihak Kepolisian Polsek Mandau mengatakan pihak kami kurang saksi,  sementara pihak pelaku cukup saksi berikut dengan Golok Palsu (bukan golok yang sebenarnya alias rekayasa) sehingga bang Sape di tahan dipolsek Mandau sampai sekarang sudah lebih 30 hari.

”Kalau kasus seperti ini apakah harus korban yang mencari saksi, bukankah tugas Polisi yang turun kelapangan olah TKP”, ujar Zuirmawati.

Saat baru-baru penahan kami sudah melakukan upaya damai tapi Jais bapak tiri oknum pengeroyokan tidak mau berdamai.

Mendengar itu Albest (Ali Besi tua) salah orang tokoh yang di segani di Mandau merasa terpanggil untuk menjembatani upaya damai kepada Keluarga Jais, ”tapi berembuklah dulu sama Sape, jangan nanti kita damaikan tau-tau Sape tidak mau damai kan repot nanti”, kata Albest

”Seminggu yang lalu kami sudah dapat dua orang yang bersedia menjadi saksi diantaranya Anto Tukul, dan Handoko dan sudah kami sampaikan pernyataan mereka yang di tanda tangani bersedia menjadi saksi di Polsek Mandau , tapi sampai sekarang belum juga di proses. Zuirmawati menambahkan.

Belakangan ini pihak keluarga Jais di kabarkan malah mau damai tetapi Sape tidak mau damai karena ia merasa tidak bersalah ia mau kasus ini diproses seadil adilnya, bagaimana hukum  ini, ”saya yang keroyok di rumah saya kok saya yang di tahan, sementara Pihak oknum PLN yang mencabut meteran tanpa ada surat tugas, tanpa kartu anggota, berpakaian preman tidak ada satupun tanda tanda petugas dari PLN , tanpa  surat peringatan 1 2 3, tanpa pemutusan sementara, langsung mau mecopot meteran. Kami akan bayar tapi tetap juga merengkel siapa yang tidak kesal. Mereka melakukan pengeroyokan. Kok tidak diproses kata abang Sape, Ujar istrinya.

Saat di konfirmasikan kepada Kompol Taufik Hidayat Ka Polsek Mandau di kantornya Pada hari Kamis (14/04/16) sekira jam 10:30 wib tidak ada di tempat kemudian konfirmasi lewat pesan singkat SMS tidak di balas dan ditelpon juga tidak diangkat. (Duis)

[RX]

         

Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!