Wacana Pemekaran Rokan Tengah Dan Kubu Bukan Demi Rakyat, Tetapi Sebuah Hasrat Kekuasaan

Diterbitkan Tanggal: 15 / 04 / 16

Kategori: | Rokan Hilir |

RIAUEXPRESS.COM, BAGANSIAPIAPI: Mencuatnya dipemukaan adanya satu gerakan yang berupaya untuk membelah Kabupaten Rokan Hilir menjadi tiga Kabupaten yaitu “MEMEKARKAN” Kabupaten Rokan Tengah dan Kabupaten Kubu. Gerakkan wacana memekarkan Rokan Tengan dan Kubu  menjadi Kabupaten tersebut diseponsori beberapa oknum Anggota DPRD Rohil dan segelintir masyarakat yang menyebut dan berkoar mengatakan dirinya sebagai tokoh masyarakat Rohil.

Diusia  memasuki  tahun yang ke 16 Rokan Hilir yang berhasil dimekarkan  lepas dari Kabupaten Induk yaitu Kabupaten Bengkalis 16 tahun yang lalu, pada saat ini dapat dikatakan  Rohil merupakan sebuah Kabupaten  masih carut marut, masyarakat  masih sangat berharap Pemkab segera dapat menata dan berbenah untuk Kabupaten tercinta ini,  seiring menyusutnya APBD yang  turun hampir satu triliun.

DBH tidak lagi menjadi andalan,  Pemkab sibuk menyusun RAB dalam upaya menyesuaikan anggaran, justru pada suasana yang sedang galau itu, malah tiba tiba mecuat isu adanya satu gerakan yang disponsori oknum Anggota DPRD  Rohil dan segelintir masyarakat  untuk memekarkan Kabupaten Rokan Tengah dan Kabupaten  kubu . Jika mau jujur, munculnya   Wacana  Pemekar an bukanlah semata-mata demi kemaslahatan rakyat, tetapi adalah sebuah upaya sekelompok orang tertentu yang berhasrat dan berangan-angan untuk duduk menjadi raja-raja kecil  didaerah.

Menyikapi Wacana    oknum oknum  yang berupaya membelah Rokan Hilir menjadi 3 Kabupaten itu, Mantan Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Rohil yang saat ini menjabat Ketua Majelis Pemuda Indonesia (MPI) dan  juga sebagai DanKOTI Mahatidana Pemuda Pancasila Kab. Rohil Abdinata kepada   Riauexpres.commenyatakan

“Menolak keras tentang Wacana pemekaran  Kabupaten Kubu dan Kab  Rokan Tengah.”

Mantan ketua KNPI Rohil Abdinata  juga menjelaskan ”Bagaimana nantinya kedepan nasib masyarakat Kab. Rohil  jika wacana  itu terealisasi, wacana pemekaran tersebut merupakan satu upaya pembunuhan secara perlahan bagi masyarakat  Rohil,   oleh karenanya upaya pmekaran tersebut sudah menyalahi palsafah bahwa pemekaran  dapat dilaksanakan dengan tidak merugikan Kabupaten induk.”

Ady  (panggilan akrab Abdinata )  selanutnya  memaparkan “Bahwa jika wacana tentang Pemekaran itu disikapi  dan mendapat dukungan Anggota DPRD Rohil, maka  kita akan menghimpun dan mengumpulkan seluruh komponen dan seluruh lapisan masyarakat Rokan Hilir secara besar-besaran berkumpul mendatangi gedung Sekretariat DPRD .”

Munculnya  ide wacana pemekaran memecahkan Kabupaten tercinta ini, Kubu, dan Kab Rokan Tengah, sekali lagi  Ady mengatakan “Bukan merupakan demi kepentingan rakyat, tetapi semata mata  sebuah akal akalan segelintir  masyarakat dan beberapa Oknum Anggota DPRD Rohil  yang berhasrat dan berangan -angan untuk  dapat duduk menjadi Raja-raja kecil di daerah daerah.”

“Jika tidak, bisa saja oknum oknum yang duduk sebagai Anggota DPRD Rohil yang behasrat membelah Rokan Hiir menjadi 3 Kabupaten itu menciptakan sebuah sensasi agar pengelolaan Dana Aspirasi dapat berjalan mulus seperti Anggaran tahun 2015 lalu, sebagaimana dengan isu yang merebak berkembang dimasyarakat, pengelolaan Dana Aspirasi  Anggaran tahun 2015 langsung dikelola Oknum Anggota DPRD dengan pembagian jatah  70 Anggota DPRD 30 untuk Dinas sebagai sarana penampung   kegiatan Aspirasi itu.” Sebut Ady mengakhiri.

[RX]

         

Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!