Dua Peterjun Payung Dari Paskhas Tewas Saat Geladi Resik Hut TNI AU

Diterbitkan Tanggal: 14 / 04 / 16

Kategori: | NUSANTARA |

RIAUEXPRESS.COM, JAKARTA: Dua orang peterjun payung TNI Angkatan Udara mengalami insiden saat melakukan geladi resik terjun payung menjelang ulang tahun TNI Angkatan Udara, Kamis (7/4/2016). Kini keduanya dikabarkan telah meninggal dunia.

Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama Dwi Badarmanto membenarkan hal tersebut. Dwi mengatakan, korban tewas tersebut bernama Kopral Dua Beni dan Prajurit Satu Supranoto dari tim peterjun payung Paskhas.

“Iya betul tadi ada insiden, tadi ada ratusan peterjun payung, di antaranya ada dua yang tidak sempurna saat terjun, yakni Kopda Beni dan Pratu Supranoto. Keduanya meninggal saat di rumah sakit,” ujarnya ketika dikonfirmasi, Kamis.

Dwi menjelaskan, keduanya meninggal dunia saat melakukan geladi resik terjun payung menjelang ulang tahun ke-70 TNI Angkatan Udara pada 9 April mendatang.

Dwi menceritakan, saat Pratu Supranoto melakukan aksinya, tali parasut terbelit sehingga susah dikendalikan dan membuatnya mendarat di rumah warga. Sementara itu, Kopda Beni berhasil mendarat, tetapi saat itu angin berembus kencang sehingga saat mendarat dia mengalami benturan keras.

“Yang satu tali parasutnya terbelit jadi susah dikendaliin, lalu mendarat di atas rumah dan dilarikan ke RS. Yang satu lagi itu mendarat sempurna, cuma saat mendarat anginnya gede jadi kena impact, terbentur,” katanya.

Kini kedua jenazah berada di Rumah Sakit Esnawan Antariksa, Halim, Jakarta Timur, dan rencananya akan disemayamkan di Batalyon 461 Halim, Jakarta Timur.

Penulis : Akhdi Martin Pratama
Editor : Fidel Ali

KOMPAS

         

Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!